09 September 2009

PENGUMUMAN


Blog Arema.Co.Nr telah Berpindah ke Bola-Indo.Co.Cc.



[+/-] Selengkapnya...

06 August 2009

Arema Banjir Peminat, Kepastian Pengelola Undang Optimisme Pemain


Mulai jelasnya nasib Arema setelah yayasan mengumumkan pengelola baru membuat seleksi di Arema semakin diminati pemain. Kini tak hanya pemain asal Malang saja yang ikut seleksi tetapi pemain luar Malang mulai membanjiri Singo Edan. Dua pemain luar Malang, Rabu (5/8), tampak datang dan mengikuti seleksi di Lapangan Dirgantara Abd Saleh. Mereka adalah Choirul Anam dan Aulia Siregar. Choirul Anam terakhir kali bermain di Persiba Bantul, sedang Aulia Siregar terakhir kali bermain di Persisam Samarinda.
Dengan masuknya lagi dua pemain asal luar Malang, kini total pemain yang ikut seleksi Arema sebanyak 12 pemain. Mereka rata-rata telah kenyang pengalaman bermain di Liga Indonesia. Di antara mereka adalah Bayu Cahyo, Firdiansyah, Herry Prasetyo, M Sandi, Agung Yudha, Dian Fachrudin, Hermawan, Firman Basuki, dan Putra Habibi.

Choirul Anam mengungkapkan tertarik ikut latihan Arema karena melihat prospek tim ini ke depan cerah. Dengan pengalaman pernah bermain di Persebaya, PSIM Jogjakarta, PSS Sleman, dan Persiba Bantul, pemain asal Surabaya ini yakin bisa bergabung dengan Singo Edan.
“Saya yakin bisa masuk Arema, kalau tidak yakin masuk saya tentu tidak usah mengikuti latihan di Malang,” jelas Anam kepada Surya, Rabu (5/8).
Dengan memiliki suporter yang super fanatik ditambah manajemen yang profesional, Anam optimistis bisa mengembangkan karir di Arema. Karena itu, meski persaingan untuk masuk tim Singo Edan sengit, pemain yang mengawali karir dari klub Suryanaga Surabaya ini yakin lolos seleksi.
Sementara Aulia mengaku tertarik ikut seleksi karena sangat berminat bergabung dengan Singo Edan. Setelah berkelana di berbagai klub, pemain asal Medan ini tertarik bermain kembali di Malang karena kota dingin ini tak ubahnya seperti kampung halamannya. Sebelumnya Aulia Siregar pernah bermain di Persema.
Pemain lama Arema, Ronni Firmansyah, mengaku senang dengan makin jelasnya nasib Arema di musim depan. Dia berharap di pertengahan Agustus ini kerangka tim Singo Edan sudah terbentuk, sehingga bisa secepatnya fokus di kompetisi.
Humas Arema, M Taufan mengatakan para pemain yang mengikuti latihan di Arema ini sifatnya masih dipantau. Siapa yang nanti akan masuk tim semuanya masih menunggu keputusan dari pelatih baru.

[+/-] Selengkapnya...

14 June 2009

Gusnul Evaluasi 24 Pemain

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) memang sudah usai. Meski demikian, tugas pelatih Arema Gusnul Yakin belum selesai. Dia tengah fokus untuk menyelesaikan evaluasi terhadap 24 pemain. Rapor pemain berdasar evaluasi itulah yang nanti dilaporkan Gusnul kepada manajemen Arema.



Gusnul mengatakan, evaluasi pemain itu terbagi dalam tiga aspek. Pertama, aspek teknik yang meliputi kematangan teknik, kematangan taktik, dan penerapan pola di lapangan. Kedua, aspek fisik yang meliputi endurance (ketahanan), strength (kekuatan), speed (kecepatan), koordinasi, dan fleksibilitas. Ketiga, aspek psikis yang meliputi inteligensia, semangat, dan keberanian dalam bermain. "Evaluasi ini sedang saya susun. Mudah-mudahan minggu depan sudah kelar," ujar pemain Arema era Galatama itu.

Informasi yang terima Radar (Jawa Pos Group), ada beberapa pemain Arema yang terancam tercoret karena kontribusinya dianggap kurang. Di antaranya, M. Yasir, Edar, Zulkifli, M. Bachtiar, dan Ranu Tri Sasongko. Untuk pemain asing, Fortune Udo dan Buston Brown masuk jajaran yang terancam tereliminasi. (gus/yn/jpnn/bas)

[+/-] Selengkapnya...

26 May 2009

KONSENTRASI HOME

Dua poin dikantongi Arema dari paket tandang terakhirnya pada kompetisi Super Liga 2008-2009. Donasi itu digapai Singo Edan hasil dua kali menuai hasil seri saat dijamu tuan rumah PSIS Semarang (21/5) dan Pelita Jaya Jawa Barat (24/5). Tambahan poin itu cukup membantu bagi tim semakin mengamankan posisinya di kasta Super Liga.

Kini, konsentrasi Arema beralih ke paket pertandingan kandang terakhirnya musim ini. Juara Copa Indonesia dua kali ini akan mengawalinya dengan menamu tim zona degradasi Persita Tangerang, Senin (6/6) nanti. Empat Hari berselang, Suroso dkk giliran menjamu tim papan tengah Persijap Jepara, Jumat (10/6). Dua laga tersebut sedianya bakal digeber di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.

‘’Konsentrasi tim saat ini ya tinggal menghadapi Persita dan Persijap di kandang. Arema harus bisa menyelesaikan dua pertandingan kandang terakhir itu dengan kemenangan. Arema sendiri masih ada peluang terus naik ke papan tengah klasemen,” terang Pelatih Arema, Gusnul Yakin kepada Malang Post, kemarin.

Raihan happy ending tentunya menjadi harapan public sepakbola Malang Raya atas tim kebanggaan Arek Malang ini. Terlebih, Suroso dkk di luar dugaan justru mampu menggapai poin di dua laga tandang terakhirnya. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang trend positif Arema yang belum terkalahkan hingga tiga laga terakhir.

Padahal sebelumnya, tepat sebelum tim menang 1-0 atas Persitara Jakarta Utara di kandang, Singo Edan justru mencatat rekor buruk dengan belum pernah menang di enam kali pertandingan terakhirnya. Belum lagi, Arema selalu dalam kondisi compang-camping akibat kehilangan pemain karena cedera dan akumulasi kartu.

‘’Kami harus bisa meneruskan trend positif tim. Saya berharap, pemain sangat termotifasi untuk dapat memenangkan dua pertandingan kandang nanti setelah berhasil meraih poin di tiga pertandingan terakhir tim,” pungkas Gusnul.

[+/-] Selengkapnya...

UTINA- EROL NGEBET KE AREMA

Meski kompetisi Super Liga musim 2008-2009 akan usai 10 Juli mendatang, bursa pemain jauh-jauh hari nyatanya sudah mulai memanas. Tak terkecuali, hal itu muncul dari skuad Arema yang hanya menyisakan dua laga kandang di akhir musim. Betapa tidak, khabar tersebut disampaikan langsung dari dua pemain yang masih berlabel pemain resmi Pelita Jaya Jawa Barat. Yakni, bek kiri Erol FX Iba dan gelandang Firman Utina. Dua pemain yang pernah membela Arema ini mengaku sangat tertarik untuk bisa kembali mengenakan kostum kebesaran Singo Edan.

Keduanya pun menegaskan ketertarikannya itu sesaat sebelum Pelita Jaya ditahan imbang tanpa gol oleh Arema, Minggu (24/6) lalu. Bahkan Erol sempat terlibat percakapan serius dengan Ekoyono Hartono (Manajer Arema) dan Muhammad Taufan (Asisten Manajer Arema). Mereka tampaknya sudah saling mengetahui niatan tersebut.

‘’Saya senang kalau bisa bermain lagi untuk Arema. Saya juga punya niat kembali main di Arema, jika ada kesempatan. Tapi, apakah Arema mau menerima saya lagi,” terang Utina dengan nada bertanya.

Hal senada disampaikan Erol FX Iba. Pemain asal Papua ini menegaskan siap kapanpun Arema menginginkannya kembali. Dia pun mengaku sering sekali menghubungi manajemen Arema, hanya saja masih diberi jawaban menunggu kebijakan dari pihak yayasan mengenai program kedepan Arema. Disisi lain, Erol juga sangat ingin tinggal di Malang dan ingin membuktikannya dengan cara memberi rumah di Malang.

‘’Manajemen Arema masih tunggu keputusan dari yayasan Arema. Tapi, aku sudah sampaikan siap bermain lagi untuk Arema. Aku siap kapanpun dipanggil untuk gabung,” terang Erol.

[+/-] Selengkapnya...

23 May 2009

DISELAMATKAN RONI

Kepercayaan pelatih memainkan Roni Firmansyah dijawab dengan gol saat Arema bertanding menghadapi tuan rumah PSIS Semarang, kemarin. Pemain nomor punggung 18 ini tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya meski gol itu belum mampu membawa kemenangan.

Selebrasi tinggi dilakukan Roni seusai menjebol gawang PSIS pada menit ke-90+2. Apalagi wasit langsung meniup peluit panjang setelah gol tersebut tercipta.

‘’Saya tentu senang bisa menciptakan gol untuk Arema. Meski tidak membawa kemenangan, namun gol itu menghindarkan Arema dari kekalahan,’’ ungkap Roni seusai pertandingan.

Kegembiraan pemain asal Pandaan Pasuruan ini nampaknya tidak berlebihan. Masalahnya pemain tersebut selama putaran kedua ini banyak menempati bangku cadangan, meski namanya masuk dalam line up tim Singo Edan.

Di pertandingan menghadapi tim yang sempat menyatakan bubar itu, Roni juga bukan pemain starter. Dia masuk menggantikan Hendra Ridwan pada menit ke-70 sehingga hanya memiliki kesempatan selama 20 menit untuk menciptakan gol.

‘’Semoga ini bukan gol terakhir sehingga saya masih bisa menciptakan gol dipertandingan lain,’’ tambahnya.

Dia juga berharap gol Arema tidak hanya sekadar menyamakan kedudukan, namun juga bisa membawa kemenangan. Perasaannya tentu akan semakin senang ketika bisa membawa tim peraih juara Copa Dji Sam Soe dua kali itu harus menang.

Sementara itu pelatih Gusnul Yakin sengaja memasukkan Roni Firmansyah untuk memperbesar peluang menciptakan gol lewat tendangan-tendangan dari luar kotak pinalti. Ada dua gelandang yang diharapkan banyak melakukan percobaan tendangan langsung ke gawang, yakni Roni dan Zulkifly.

Pergantian pemain itu akhirnya membuahkan hasil karena satu dari sekian tendangan mampu membuahkan hasil.

‘’Kami harus melakukan itu karena pemain PSIS banyak menumpuk di belakang. Roni memiliki kelebihan untuk kapasitas tendangan dari luar kotak pinalti,’’ pungkas Gusnul.

[+/-] Selengkapnya...

22 May 2009

LANJUTKAN HASIL POSITIF

Skuad Arema telah memaksimalkan persiapan dan optimistis mengalahkan tuan rumah PSIS Semarang di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis sore ini. Tiga angka penting bagi tim berjuluk Singo Edan untuk menjauh dari ancaman zona play off dan degradasi. Pasalnya, koleksi poin Arema yang kini hanya 39 poin masih berpeluang disalip tim-tim dibawahnya.

Karenanya, Suroso dkk tidak ingin terpeleset ketika bertandang ke Kota Lumpia dalam match ke 31-nya di Super Liga 2008-2009. Kemenangan 1-0 atas Persitara Jakarta Utara di Malang, lalu, menjadi modal penting Arema untuk meneruskan hasil positifnya setelah sebelumnya belum pernah menang di enam laga. Kewaspadaan dan disiplin tinggi dalam bermain pun diapungkan punggawa Arema saat hadapi tuan rumah.


Pelatih Arema, Gusnul Yakin mewanti-wanti pemainnya jangan sampai meremehkan sang lawan yang kini berada di dasar klasemen. Mantan pelatih Persiter Ternate ini sepertinya ingat betul dengan tingkah laku pemainnya ketika tim menghadapi salah satu tim zona degradasi, Deltras Sidoarjo di Sidoarjo, lalu. Hasilnya Arema justru nyaris dengan tertinggal dulu sebelum laga berakhir seri 1-1.

’’Jangan sampai meremehkan PSIS. Dengan posisi dibawah, mereka pasti akan mati-matian untuk mengalahkan Arema, atau malah mereka akan nothing to lose sehingga bermain sangat lepas. Kondisi seperti itu yang akan menyulitkan Arema, karenanya pemain harus bermain sungguh-sungguh, disiplin dan kerja keras sepanjang
pertandingan untuk bawa Arema menang. Lihat saja, mereka sangat sulit dikalahkan di beberapa pertandingan terakhirnya.,” terang Gusnul kepada kamipagi kemarin.

Mantan pelatih Persiba Balikpapan ini tampak sudah menyiapkan starter eleven terbaik sebagai modal awal agar Arema bisa mengalahkan PSIS. Duet Patricio Morales dan Fortune Udo akan menjadi pilihan utama didepan, yang ditopang langsung Chmelo Roman persis dibelakang keduanya. Roman sendiri juga berperan sebagai play maker di tengah, yang perannya dibantu Arif Suyono, Hendra Ridwan dan Fandy Mochtar. Arif dan Fandy tentunya juga diharapkan aktif memberikan suplay matang ke striker dari sayap.

Sedangkan dibelakang, duet stopper lokal Suroso dan Ahmad Juprianto akan menjadi palang pintu pertahanan bersama Alexander Pulalo dan Beny Wahyudi yang beroperasi di dua bek sayap. Formasi empat defender ini pernah dipakai Arema ketika menang atas Persitara lalu. Sedangkan untuk posisi kiper masih fifty-fifty lantaran Kurnia Meiga dan Dadang Sudarajat juga dalam kondisi on fire.

’’Soal siapa yang main kami masih akan pantau kesiapan pemain hingga jelang pertandingan. Yang penting, pemain harus waspadai PSIS yang punya pemain berkualitas dalam menyerang dan bertahan. Kuncinya, semuanya harus konsentrasi dan saling komunikasi, serta sabar. Jangan banyak pelanggaran di daerah sendiri, kalau pressing harus dapat bola jangan jadi pelanggaran,” tambah Gusnul.

Sementara itu, kubu PSIS juga tak kalah optimis untuk bisa meraup angka penuh di kandangnya. Belum lagi, tuan tumah sangat ingin lepas dari jeratan zona degradasi yang kini hanya mengoleksi 19 poin. Disisi lain, Mahesa Jenar, julukan PSIS sangat berambisi mengulang sukses meraih poin dari Arema seperti saat menahan tanpa gol Singo Edan di Malang, putaran pertama, 2 Agustus 2008. Kini, PSIS harus menang terlebih tampil di kandang dan depan publiknya sendiri.

’’Kami sangat rindu kemenangan. Kemungkinan besar, hal ini juga dirasakan pendukung kami dan masyakarat Semarang. Tim ini jangan sampai terdegradasi, dan kami harus berjuang untuk itu dengan mengalahkan Arema,” ujar Pelatih PSIS, Ahmad Muhariah, terpisah.

Dia mengatakan Arema adalah tim solid dengan unggul materi pemain dibanding timnya. Dia sangat menekankan agar pemainnya bisa mengantisipasi pergerakan trisula lini depan Arema, Fortune Udo-Patricio Morales-Chmelo Roman. Ketiga pemain asing Arema ini dianggap sangat dominan ketika berada dijantung pertahanan lawan. Makanya, siapa dari pemainnya yang posisinya terdekat dari ketiganya, harus selalu memberikan pressing ketat.

’’Trisula depan Arema kualitasnya bagus sekali. Mereka ini pemain asing yang berbahaya jika dibiarkan bebas. Selain itu, tengah mereka bagus seperti Arif Suyono dan Fandy Mochtar. Soal nggak adanya Boubacar Kieta di belakang, itu tidak terlalu terpengaruh, karena stopper lokal mereka juga punya kualitas. Rata-rata mereka pemain timnas semua. Kami harus waspada dan konsentrasi penuh,’’ tutup Ahma

[+/-] Selengkapnya...

21 May 2009

PSIS Vs AREMA

Gol spektakuler pemain pengganti, Roni Firmansyah, pada menit-menit akhir pertandingan menyelamatkan Arema dari kekalahan sekaligus meraih poin atas tuan rumah PSIS Semarang. Arema tertinggal lebih dulu pada menit ke 9 babak pertama melalui striker asing PSIS, Bienvenue Nnengue. Roni Firmansyah yang masuk di babak ke dua menggantikan Hendra Ridwan menjadi penyelamat Arema berkat gol pertamanya di musim ini..

Pencetak gol
Bienvenue Nnengue 9 (PSIS), Roni Firmansyah 90+1 (Arema)

Pre Match
Arema tidak memasukkan Patricio Morales pada daftar starting lineup. Kurnia Meiga yang tampil baik pada laga away kembali menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Arema, sementara di belakang Arema menurunkan back four lokal, Alexander Pulalo, Beni Wahyudi, Suroso, dan Achmad Jufriyanto.

Arif Suyono kembali bermain setelah bebas dari akumulasi kartu, sementara Hendra Ridwan menggantikan posisi Ahmad Sembiring sebagai gelandang bertahan. Di depan, Fortune Udo dan Ranu Tri Sasongko menjadi starter pada formasi 4-4-2 Arema.


Stadio Jatidiri, Semarang (foto: Fath Trinugroho)

Starting lineup
Arema: 21-Kurnia Meiga, 6-Suroso, 16-Achmad Jufriyanto, 19-Beni Wahyudi, 2-Alex Pulalo (c), 4-Hendra Ridwan, 5-Fandi Mochtar, 22-Roman Chmelo, 14-Arif Suyono, 10-Fortune Udo, 8-Ranu Tri Sasongko
cadangan: 32-Dadang Sudrajat, 23-Edar Hendra, 15-Zulkifli, 18-Roni Firmansyah, 7-M. Bachtiar, 9-Dendi Santoso, 13-Patricio Morales

Match Report

Kick off - Wasit Jajat Sudrajat meniup peluit panjang tanda kick off pertandingan dimulai. Beberapa bagian lapangan terdapat genangan air setelah diguyur hujan. Arema yang memulai kick off berusaha membangun serangan melalui Beni Wahyudi di sayap kanan meski masih bisa digagalkan oleh barisan pertahanan PSIS.

Menit 4? - Peluang pertama PSIS Semarang saat tendangan keras Feri Irawan masih melebar dari gawang Arema yang dikawal oleh Kurnia Meiga. Beberapa saat kemudian, PSIS kembali mengancam gawang Arema ketika bola terlepas dari penguasaan pemain-pemain Arema, Kurnia Meiga keluar dari sarangnya untuk mengamankan gawang Arema.

8? - Arema membangun serangan melalui Arif Suyono di sayap kanan, tendangan Roman Chmelo dari luar kotak penalti melebar di kanan gawang PSIS yang dijaga oleh Agus Murod.

9? - GOL PSIS, Bienvenue Nnengue
PSIS Semarang membuka skor melalui striker Bienvenue Nnengue. Pemain-pemain Arema memprotes gol tersebut karena Nnengue dianggap berada pada posisi offside saat menerima umpan tendangan bebas, namun asisten wasit dan wasit tetap mengesahkan gol tersebut yang membuat PSIS unggul 1-0 atas Arema.

11? - Tertinggal satu gol, Arema berusaha lebih keluar menyerang. Roman Chmelo yang membangun serangan dan mendribel bola masuk kotak penalti PSIS ditackling dari belakang oleh pemain lawan namun wasit Jajat Sudrajat hanya memberikan tendangan gawang untuk PSIS.

20? - Heading Fortune Udo memanfaatkan umpan Hendra Ridwan hanya menghasilkan tendangan penjuru. Dari tendangan sudut Arif Suyono, kemelut di depan gawang PSIS gagal dimanfaatkan Fortune Udo karena kiper PSIS Agus Murod lebih cepat mengamankan bola di kotak penalti PSIS.

26? - Wasit Jajat Sudrajat mengeluarkan kartu kuning untuk penyerang PSIS, Antonio Tellez yang menanggap salah satu pemain Arema handsball di kotak penalti. PSIS melakukan pergantian pemain, pemain bernomor punggung 2 Awang ditarik keluar dan digantikan oleh pemain bernomor 18, Sapto Widiantoro.

36? - Pergantian pemain dari Arema, striker Dendi Santoso dimasukkan Gusnul Yakin menggantikan Ranu Tri Sasongko.

40? - Kiper PSIS, Agus Murod, kembali menggagalkan peluang Arema yang dibangun oleh Arif Suyono dari sisi kiri pertahanan PSIS. Arema yang terus menekan pertahanan PSIS mulai menghasilkan sejumlah peluang, sementara lini belakang PSIS mulai kehilangan konsentrasi mengantisipasi serangan-serangan Arema.

44? - Arema hampir mencetak gol di akhir babak ke dua. Berawal dari tendangan Roman Chmelo yang mengarah ke tiang jauh gawang PSIS, heading Fandi Mochtar memanfaatkan bola rebound membentur mistar gawang, bola yang jatuh di kaki Fortune Udo gagal dimaksimalkan striker asal Nigeria itu karena Agus Murod melakukan penyelamatan gemilang yang hanya menghasilkan tendangan penjuru.

45? - Meski terus menguasai jalannya pertandingan dan mengurung pertahanan PSIS, Arema belum mampu mencetak gol penyama kedudukan hingga wasit Jajat Sudrajat meniup peluit panjang tanda babak pertama usai.

48? - PSIS Semarang hampir memiliki peluang emas mencetak gol saat lini belakang Arema yang sedikit lengah gagal mengantisipasi umpan terobosan Deni Rumba kepada Jules Basile yang terperangkap offside.

50? - Alexander Pulalo menerima kartu kuning dari wasit saat memprotes keputusan Jajat Sudrajat yang membiarkan tackling kepada Roman Chmelo namun memberikan pelanggaran kepada PSIS saat Achmad Jufriyanto mentackling Antonio Tellez. Kurnia Meiga masih bisa mengamankan gawang Arema dari tendangan bebas PSIS.

55? - Tensi pertandingan mulai meninggi, kedua tim memperagakan permainan keras. Untuk meningkatkan serangan ke pertahanan PSIS, Arema mengganti formasi menjadi 3-5-2 seperti yang dimainkan saat mengalahkan Persitara pada pertandingan sebelumnya, dengan memaksimalkan serangan sayap melalui Alexander Pulalo di kiri dan Fandi Mochtar di kanan.

62? - Kurnia Meiga melakukan penyelamatan gemilang saat menggagalkan tendangan gelandang PSIS, Dnibi, dan hanya menghasilkan tendangan penjuru. Melalui serangan balik, tendangan keras Fortune Udo dari luar kotak penalti PSIS masih melambung di atas gawang Agus Murod.

68? - PSIS melakukan pergantian pemain, Nnegue yang mencetak gol di babak pertama digantikan oleh legiun asing lainnya, Anderson Alexando ‘Leke’ Ferreira Dos Santos.

70? - Arema hampir mencetak gol saat tendangan kaki kanan Fortune Udo yang melintas di depan gawang Agus Murod tidak mampu dimanfaatkan oleh Dendi Santoso yang terlambat menyongsong bola. Arema melakukan pergantian pemain dengan Hendra Ridwan yang keluar digantikan oleh Roni Firmansyah.

77? - Fandi Mochtar memeperoleh peluang emas yang berawal dari tendangan penjuru Roman Chmelo, namun tendangan Fandi melambung di atas gawang Agus Murod meski posisi Fandi tinggal berhadap-hadapan dengan kiper PSIS itu. Memasuki tiga perempat waktu pertandingan, Arema lebih menguasai ball possession dan terus menekan pertahanan PSIS.

81? - Arema melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Zulkifli menggantikan Fortune Udo. Dengan keluarnya Udo, Arema hanya menyisakan Roman Chmelo sebagai satu-satunya pemain asing serta Dendi Santoso sebagai penyerang tunggal yang ditopang oleh Fandi Mochtar dan Arif Suyono dari kedua sayap.

85? - Arema kembali memperoleh peluang emas untuk mencetak gol ketika heading Fandi Mochtar sudah tidak mampu dijangkau Agus Murod namun bola belum masuk ke gawang PSIS. Pelatih PSIS Ahmad Muhariyah melakukan dua pergantian pemain untuk memperkuat lini belakang dan mengamankan keunggulan satu gol.

90+1? GOL AREMA (Roni Firmansyah)
Arema mencetak gol pada menit-menit akhir babak ke dua melalui tendangan spektakuler si anak hilang, Roni Firmansyah.

Berawal dari serangan Arema yang terencana, Suroso memberikan bola kepada Roni, Roni memberikannya kepada Arif Suyono yang mengoper kepada Fandi Mochtar, Fandi mengembalikan bola kepada Roni yang kemudian melepaskan tendangan keras tanpa mampu dijangkau kiper PSIS, Agus Morud.

90+3? - Wasit Jajat Sudrajat meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir dan gol dari Roni Firmansyah pada injury time babak ke dua menyelamatkan Arema dari kekalahan sekaligus meraih poin dari tuan rumah PSIS Semarang.(bi/zul)

[+/-] Selengkapnya...

Suara Aremania

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by Arema Singo Edan